Soksi.id – Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Umum Depinas SOKSI Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana. Bantuan disalurkan melalui jaringan SOKSI yang berada di wilayah NTT.
“Mengenai NTT, kami Depinas Soksi sudah menyumbang ya, nyumbang dan memberikan kepedulian tentang gempa NTT, yaitu kita mengirimkan bahan makanan, kebutuhan obat-obatan, termasuk selimut dan sebagainya, termasuk tenda kepada korban gempa di NTT disalurkan melalui SOKSI di NTT,” ujar Misbakhun di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Misbakhun, bantuan tersebut telah dikirimkan dan saat ini proses penyalurannya berjalan di wilayah terdampak. Meskipun nilainya sekitar Rp500 juta, ia menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian SOKSI kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dan saat ini sudah berjalan dan sudah dikirimkan. Nilainya tidak banyak, yaitu cuma sekitar 500 juta, tapi itu adalah bentuk kepedulian kami,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun seusai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional I, Pertemuan Kerja Nasional I dan Political Leadership Lab Batch I Fokusmaker 2026 di Kantor DPP Partai Golkar, kawasan Jakarta Barat, Minggu (23/8/2026).
Selain menyalurkan bantuan secara langsung, Misbakhun mengatakan kader SOKSI yang berada di DPR RI juga akan ikut memastikan bantuan pemerintah bagi korban gempa NTT dapat berjalan secara optimal.
“Tapi kami yang ada di DPR juga ingin memastikan bahwa bantuan pemerintah itu juga berjalan, baik itu bantuan pada saat tanggap darurat gempa,” kata Misbakhun.
Pengawasan, lanjut dia, tidak hanya dilakukan terhadap penanganan pada masa tanggap darurat. SOKSI juga akan memperhatikan tahapan pemulihan setelah bencana, khususnya rehabilitasi infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan.
“Nanti kita juga memastikan pada saat pasca gempa yaitu mengenai pemulihan dan rehabilitasi, infrastruktur dan fasilitas umum, serta perumahan masyarakat seperti apa,” tutur Misbakhun.
Ia menambahkan, perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir, tetapi harus dilanjutkan hingga proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.***

