Soksi.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Mukhamad Misbakhun menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat Partai Golkar menghadapi agenda politik mendatang.
Hal itu disampaikan Misbakhun saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XVIII SOKSI Provinsi Banten masa bakti 2026-2031 sekaligus pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) SOKSI Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten di The Royal Krakatau Hotel, Cilegon, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Misbakhun, konsolidasi menjadi kunci untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun komunikasi yang baik antara SOKSI dengan seluruh jajaran Partai Golkar. Ia meminta kepengurusan SOKSI di Banten terus memperkuat komunikasi hingga tingkat Depicab.
“Saya minta kepada Ketua Depidar SOKSI Provinsi Banten untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Saya tadi mengucapkan terima kasih juga melakukan konsolidasi sampai ke Depicab, 8 Depicab langsung Bapak lantik. Dan saya minta Ketua Depicab-nya juga melakukan komunikasi yang baik dengan Partai Golkar,” kata Misbakhun.
Misbakhun menegaskan, SOKSI sebagai salah satu ormas pendiri Partai Golkar memiliki posisi strategis dalam melakukan penggalangan masyarakat, khususnya pada sektor kekaryawanan, tenaga kerja dan buruh. Menurutnya, kerja-kerja penggalangan tersebut harus diarahkan untuk memperkuat basis dukungan politik Partai Golkar.
“Tugas saya apa Pak? Bapak melakukan penggalangan kepada apa? Sektor yang selama ini menjadi tugas dari SOKSI yaitu bidang kekaryawanan, tenaga kerja, buruh, dan sebagainya. Dan setelah Bapak galang, ajak mereka pilihan politiknya ke Partai Golkar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa aspirasi politik kader SOKSI harus disalurkan kepada Partai Golkar. Karena itu, konsolidasi organisasi dinilai penting untuk memperkuat struktur sekaligus menambah perolehan suara dan kursi Partai Golkar pada pemilu mendatang.
“Kader SOKSI menyalurkan aspirasi politiknya hanya ke Partai Golkar, tidak ke tempat lain,” tegasnya.
Misbakhun juga meminta SOKSI membangun sinergi dengan ormas pendiri Partai Golkar lainnya, seperti MKGR dan Kosgoro 1957. Menurut dia, sinergi tersebut bukan untuk menciptakan persaingan di internal, melainkan memperkuat konsolidasi partai dalam menghadapi kompetisi politik dengan partai lain.
“Kita sedang tidak bersaing dengan siapa pun, Pak. Persaingan politik kita bukan di internal partai kita, tapi dengan partai lain pada saat Pemilu,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh kader agar tertib terhadap kebijakan partai. Menurut Misbakhun, perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam dinamika Partai Golkar, tetapi setiap keputusan yang telah ditetapkan harus dihormati dan dijalankan bersama.
“Kita bisa berdebat apa pun, tapi begitu keputusannya diambil, kita harus tegak lurus dengan keputusan tersebut,” ujar Misbakhun.
Lebih lanjut, Misbakhun menyebut konsolidasi SOKSI merupakan bagian dari konsolidasi besar Partai Golkar. Ia menilai keberhasilan kerja-kerja organisasi akan menentukan seberapa besar kontribusi SOKSI dalam memperkuat hasil politik Partai Golkar.
“Dan ini harus menjadi salah satu pilar pemikiran para kader SOKSI di Provinsi Banten,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun juga mengapresiasi kepengurusan Depidar XVIII SOKSI Banten di bawah kepemimpinan Robinsar yang dinilainya mampu melakukan konsolidasi organisasi dengan cepat, termasuk membentuk kepengurusan di tingkat Depicab.
Ia menilai kemampuan mengorganisir dan mengajak kader melakukan konsolidasi merupakan modal penting bagi SOKSI untuk memperkuat struktur organisasi di Banten.
“Artinya apa? Bahwa Bapak memang punya kekuatan memobilisasi dan mengorganisir, Pak. Bapak punya kemampuan untuk apa? Untuk mengajak orang berkonsolidasi. Itu bukan pekerjaan yang mudah,” kata Misbakhun.
Misbakhun juga menyinggung posisi Partai Golkar sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta kader SOKSI dan Golkar ikut mengamankan kebijakan pemerintah sebagai bagian dari komitmen politik partai.
“Tugas kader SOKSI, tugas kader Golkar di mana pun adalah mengamankan semua kebijakannya Bapak Presiden Prabowo, Bapak Wakil Presiden Pak Gibran. Semua kebijakannya harus kita dukung,” tegasnya.

