Soksi.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Mukhamad Misbakhun secara resmi menutup Musyawarah Daerah (Musda) XII Depidar IX SOKSI Jawa Barat di Hotel Horison, Bandung, Minggu (30/8/2026). Dalam pidato penutupannya, Misbakhun mengapresiasi transisi kepemimpinan yang berjalan teduh atas terpilihnya Yomanius Untung sebagai Ketua Depidar IX SOKSI Jabar periode baru.
Misbakhun juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran dan kondusifnya pelaksanaan Musda XII SOKSI Jabar. Ia menilai dinamika serta proses transisi kepemimpinan yang berjalan dengan cepat dan teduh menandakan kuatnya semangat kekeluargaan di tubuh SOKSI Jawa Barat.
“Artinya apa? Semangat kekeluargaannya benar-benar berjalan. Dan inilah yang menjadi salah satu kunci kenapa Provinsi Jawa Barat ini SOKSI-nya sangat kuat, karena semangat kekeluargaannya,” ujar Misbakhun di hadapan ratusan kader dan pengurus SOKSI yang hadir.
Mengingat Jawa Barat merupakan lumbung suara dan benteng strategis kekuatan politik Golkar, Misbakhun menginstruksikan jajaran pengurus baru untuk segera memacu konsolidasi hingga tingkat kabupaten/kota (Depicab). Selain itu, para kader dan anggota legislatif diminta mengawal program nyata pemerintah, seperti Listrik Desa Kementerian ESDM dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) visi Presiden Prabowo Subianto, serta mempersiapkan kaderisasi anak muda di bawah usia 40 tahun melalui Pelatihan Pendidikan Politik dan Kaderisasi Berkelanjutan (P2KB) pada Oktober mendatang.
“Kalau Jawa Barat ini goyang, selesai kita semua ini yang di Depinas. Oleh karena itu, konsolidasi ke bawah harus berjalan seiring dan sejalan. Jika kita saling menguatkan dan komunikasi berjalan baik, maka akan terjadi sinergi yang luar biasa,” tegasnya.
Kerja-kerja politik kader di lapangan diimbau untuk difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penyaluran program bantuan strategis secara rinci.
“Politisi sekarang kalau kita tidak hadir ke masyarakat dalam karya yang nyata seperti itu, kita akan ketinggalan. Sebagai bagian dari pemerintah, kita harus memastikan akses program-program tersebut tersalurkan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat,” tambah Misbakhun.
Pemahaman ideologi dan nilai sejarah organisasi ditegaskan Misbakhun sebagai fondasi penting bagi generasi muda dalam melanjutkan perjuangan SOKSI.
“Jangan sampai kita menjadi generasi baru yang lupa pada sejarah. Lupa pada sejarah membuat ikatan batin kita terputus. Dari sejarah itulah kita tahu roh dan semangat perjuangan organisasi ini,” pungkasnya sebelum secara resmi mengetuk palu penutupan Musda XII SOKSI Jawa Barat.

